15
Mar
15

Attack on Titan – And How The Hype Kills The Series For Me (again)

Pada suatu hari, di mana saya bosan dengan series2 manusia hidup favorit saya, kembalilah saya menguik-nguik anime. Udah lama saya gak menonton anime, anime terakhir yang saya nikmatin mungkin Durarara, selain itu mungkin saya skip2 anime2 yang lama-lama.

Jadi….anime apa yang tepat untuk old fangirl yang dah lama gak menyelam di dunia per-anime-an? Tentu saja the infamous, Shingeki no Kyoujin a.k.a Attack on Titan. I mean, doujinshi nya banyaaaaaaaaakkkkk, bahkan doujinshika favorit saya macam IDEA aja ampe bikin. Dan kemudian saya liat trailernya dan videonya di yutub, dan karena AoT ini aura-auranya dari depan kliatan banget kek FullMetal Alchemist (dan saya dulu fans berat FMA), maka sy memutuskan untuk mendolot AoT sampai tamat, dan dimulailah weekend saya marathon ni anime.

shingeki-no-kyojin-poster

Dan seperti judul post ini, yup, the hype kills the anime for me, sebelum saya menonton AoT, expetasi saya sangat tinggi, karena AoT jauh lebih ngehype daripada FMA (dan FMA menurut saya anime yang sangat-sangat memorable sekali), sampai mau dibikin Live Action nya, dan sampai dibikin theme park khusus di Universal Studio sebelahan dengan theme park Evangelion, what did you expect at that time? Tentu aja anime tingkat dewa kan???

Episode pertama, openingnya cukup keren, sampai akhirnya ke ending episode pertama. Impresi saya adalah, mmmmmmmm biasa-biasa aja. Adegan para Titan yang makanin manusia tidak sedisturbing yang digembor-gemborkan. Oke-oke, mungkin saya ga pantas ngomong gini dan membandingkan disturbing level saya, but well, adegan-adegan itu level disturbingnya selevel dengan level disturbing transmutasi gagal di FMA, which is for me, not disturbing at all, heh.

Fast forward sampai ke episode 10 (di mana saya stop karena dah capek nontonnya), impresi saya adalah, karakterisasi di anime ini cukup buruk, klise dan one-dimensional. Eren tipikal hero yang galau dan selalu marah untuk balas dendam, Mikasa tipikal the most perfect of the perfect, dan Armin tipikal “no-talent boy but if I tried hard I can do this”. Tiga-tiganya klise sekali. Oke saya tekankan kalo saya suka Eren dan Mikasa, tapi ya itu, ga memorable karakternya, dan ga bikin saya berempati terhadap mreka. FYI, saya benci sekali dengan Armin. Saya sih ga masalah dengan karakter klise, tapi ya itu, karakter-karakter di anime ini one-dimensional, gak berkembang, kesannya ga human sekali.

Saya contohkan Edward Elric dari FMA, Edward Elric termasuk karakter hero yang klise, jenius, talented, dewasa untuk ukuran umur seperti Edward. Edward yang tegar, yang selalu sepertinya memikul beban seluruh dunia di pundaknya, dan gak seperti anak umur 13 tahun, tiba-tiba pas episode Nina mati, dia menangis meraung-raung seperti anak kecil, sehingga kita lihat sisi Edward yang sebenarnya, oh dia hanya anak berumur 13 tahun memang. See… the dynamics. Saya ngerti keinginan setiap kreator untuk menciptakan hero yang super cool dengan pergulatan batin ditambah emosi yang tidak stabil. TapiΒ banyak kreator yang terjebak di mary sue.

Eren, kalau saya liat adalah karakter yang meledak-ledak, cenderung peduli dengan orang yang disekitarnya, dan tambahan adalah, sangat benci sekali dengan Titan. Tapi sepanjang episode karakternya seperti itu saja, tidak berkembang. Dan karena dia adalah hero, tentu saja dia punya bakat yang melebihi daripada karakter numpang lewat.

Yang menurut saya menjadikan anime ini agak2 annoying adalah, tambahan2 yang gak perlu untuk membuat Β para karakter menjadi “keren”, salah satu contohnya adalah ketika Eren berlatih menggunakan 3DMG pertama kali, yang digantung itu. Eren gagal menggunakan 3DMG padahal kawan-kawan lainnya hampir semuanya bisa. Setelah itu Eren mulai berlatih habis-habisan untuk bisa lulus tes gantung itu. Pada hari pengujian tes gantung, akhirnya Eren bisa seimbang tergantung, tapi hanya sebentar saja dan langsung terbalik lagi. Long story short, ternyata peralatan 3DMG Eren rusak yang menyebabkan Eren dari awal gagal untuk seimbang di gantungan. Dan para kandidat yang lain pun riuh membisikan betapa hebatnya Eren yang mampu seimbang dengan peralatan 3DMG yang rusak walau hanya sebentar.

You see my point dari contoh di atas? Pada awalnya Eren ingin diperlihatkan sebagai karakter protagonis yang punya kelemahan juga, dan bisa meng-overcome kelemahan tersebut dengan bekerja keras, mnurut saya itu adalah bagus untuk karakter protagonis agar tidak terjebak karakterisasi “inhumanly perfect hero”, tapi kenapa pas di akhir dikasih tambahan kalau alat Eren rusak, sehingga karakter hero “yang hebat karena kerja keras” buyar diganti dengan karakter hero “yang hebat karena saya adalah seorang protagonist” -_- That’s annoying.

Kemudian hubungan antara Mikasa dan Eren. Ini pendapat saya pribadi aja sih, tapi lebih bagus kalau hubungan Mikasa dan Eren itu seperti Edward dan Al, benar-benar hubungan sodara (walaupun borderline obsessive sih), karena Mikasa dan Eren ga punya hubungan darah, entah kenapa rasa protective Mikasa ke Eren itu ga semurni rasa protective Edward ke Al, karena sometimes ada sekelabat pikiran yang muncul kalau perasaan Mikasa ke Eren itu ada perasaan romantic-nya bukan hanya keluarga. Bukan berarti saya ga suka hubungan antara Mikasa dan Eren ya, saya juga berharap Mikasa dan Eren bisa jadian hahahah, tapiiii kalo Mikasa dan Eren punya hubungan darah, karakter Mikasa mnurut saya jadinya lebih bagus aja. Soal incest, wew, cmon ini Jepang hahahah, why not a lil incest :p Toh nampaknya juga hubungan Mikasa dan Eren ini masih cukup platonic dan keknya bakal platonic dalam waktu yang cukup lama.

Yang jadi masalah untuk hubungan antara Mikasa dan Eren adalah latar belakang mereka berdua. Di flashback ketika Eren membantai penculik Mikasa, agak-agak gak logis dan kurang kuat. Memang dari flashback itu kita lihat kenapa Mikasa super protective sekali dengan Eren (he literally saved her life). Tapi tindakan Eren itu aneh. Kenapa Eren tiba-tiba berkelakuan brutal menyerang para penculik tersebut? Seorang anak yang membantai orang itu pasti punya background story kenapa bisa berbuat sebrutal itu. Kalau hanya dengan alasan bahwa Eren adalah karakter yang emosional, imo masih belum cukup untuk menjadikan alasan dia menyerang penculik Mikasa dan sendirian!!

Oke cukup dengan karakter Eren dan Mikasa, sekarang Armin? Nope, I won’t talk about him. I don’t know I hate him. Kalau saya jelaskan alasannya panjaaaang hahahah.

Sekarang kembali ke karakter lainnya, saya save Levi dan Erwin untuk yang terakhir, karena itu dua karakter favorit saya.

Saya gabung semua karakter lain ini adalah karakter-karakter selain karakter Eren, Mikasa, Levi dan Erwin.

Para karakter lain ini bener-bener ga memorable sama sekali, dan cenderung banyak yang annoying. Sasha contohnya, padahal dia potensial jadi karakter yang likeable karena dia aneh, tapi makin ke ending karakternya makin annoying, she is weird for the sake of weird. Jean harusnya juga bisa likeable, tapi meehh. Armin itu juga sebenarnya bisa likeable tapi urrrggghh. Kemudian Hange, kasusnya sama seperti Sasha, she is too dramatic and weird to the point it become annoying. Padahal pas awal-awal Hange keluar saya mayan impressed dengan keobsesian dengan Titan, but then yeah, too over the top.

Selain Eren, Mikasa, Levi dan Erwin gak ada karakter yang membekas sedikit (Armin membekas sih, tapi dalam konteks negatif haaaaa). Ketika tim elit Levi mati (Petra cs), sama sekali ga ada rasa sedih ngeliatnya. Intinya dari semua karakter yang mati itu, ga ada rasa sedih yang mendalam, karena karakter-karakter itu ga bikin saya peduli.

Susah dibikin empati karakter-karakter yang mati itu karena keterbatasan on screen time? Coba kita liat lagi ke FMA, waktu Nina mati, saya sedih bukan main, dan Nina itu cuman karakter numpang lewat, Yang bikin saya berempati dengan kematian Nina adalah interaksi Edward dengan Nina sebelumnya dan reaksi Edward saat kematiannya.

Kita contohkan waktu Thomas mati, Eren waktu itu went almost berserk gegara ngeliat Thomas dimakan Titan, walau akhirnya dia “mati” juga. Kenapa saya ga berempati dengan kematian Thomas adalah, apa interaksi antara Thomas dan Eren yang memorable sebelum Thomas mati? Nein. Dan setelah Eren “hidup” lagi adakah proper mourning dari Eren untuk Thomas? Nein. Padahal Eren ngamuk sekali waktu liat Thomas dimakan Titan.

Oke, Thomas adalah karakter yang cukup sangat tidak penting. Tapi bagaimana dengan kematian Petra cs. Oke Eren langsung berserk dan berubah jadi Titan, tapi karena Eren terlalu sering berserk (bahkan untuk kematian karakter ga penting seperti Thomas?), momen di mana dia berserk dan jadi Titan pas Petra cs mati jadi biasa saja, ga ada yang istimewa. Seandainya Eren gak terlalu sering ngumbar-ngumbar emosi seperti gitu, mungkin adegan dia beserk gegara Petra cs itu jadi jauh lebih memorable.

Tapi yang saya ingin tekankan di sini adalah interaksi Petra dan Levi sebagai komandan dan subordinate yang 100% loyal ke atasannya. Di sini saya kaitkan dengan interaksi Roy Mustang dan Maes Hughes (yang sama 100% loyal ke Roy). Kematian Maes Hughes itu nyesek sekali, adegan pemakamannya di mana Roy Mustang menangis (walau dia menampik kalau itu adalah air hujan). Man, I love Levi, tapi reaksi Levi oleh kematian Petra itu, beneran deh, kalem gitu (ya memang kalo Levi nyimpan semua amarah di dalam), tapi ngeliatin emosi manusia Levi itu imo lebih baik. Oke kita tau Levi membuang rasa humanity nya demi goal yang lebih besar, tapi Roy juga kurang lebih seperti itu, dia rela menjadi anjing pemerintah demi tujuan dia, tapi bukan berarti emosinya jadi non existant gitu -_-

Dan kemudian Levi dan Erwin. I love them tanpa alasan hahahahah. Berkat dua orang ini saya kuat mantengin AoT sampai eps akhir loh. Tapi di antara semua karakter di AoT, Levi dan Erwin yang paling likeable, karena karakter mreka itu ga terlalu dikasi yang macem2. Alasan saya suka Levi samalah seperti Mikasa, mreka berdua jenius tanpa alasan, udah cukup, syukurnya ga ditambah perdebatan batin aneh2 macem2 yang potensi bikin karakter annoying, dan Erwin, ya kurang lebih cukup samalah, karakternya bukan super jenius macam Levi dan Mikasa, tapi soal dia memegang apa yang dia anggap prioritas itu. Sayang sekali mreka baru kliatan di pertengahan series ke akhir, itu juga masih kalah sama screen time si Armin (damn Armin!!!!!) -_-

Memang sih, saya terlalu whinny ke AoT, tapi sekali lagi itu karena saya kemakan hype. Kejadian AoT ini mirip kek The Walking Dead, tapi ga separah TWD sih, AoT saya masih suka, I think AoT itu decent anime, not great, but good enough laah. Kalo TWD itu kasusnya sampai saya merasa kerampokan waktu dalam hidup saya marathonin season 2 nya -_- dan bersumpah ga bakal nonton lagi. Tapi saya kejebak nonton TWD juga gegara hype nya.

Overall, AoT ini mayan sih, cuman karena dari awal saya udah ekspetasi terlalu tinggi dan mengharapkan anime bergenre AU seperti FMA yang lebih bagus dari FMA, makanya saya jadi kecewa. Poin dari anime ini 7/10 lah, tapi kerasa di bawah itu karena selalu kebayang2 sama FMA hahah.

Kalau expetasi saya nonton anime action macam Naruto, mungkin pas nonton AoT jadi lebih nyaman.

Dan saya agak-agak gimana gitu dengan animasinya, mmmmm kurang lah, dan diperparah karena saya nyeling nontonnya dengan Zankyou no Terror a.k.a Terror in Resonance yang di mana animasinya super top notch, jadi pas balik nonton AoT rasanya kebanting sekali. Ini bukan directingnya ya, kualitas animasinya. Di beberapa scene seperti scene action memang kadang kualitasnya bagus, tapi di beberapa scene yang lain kualitasnya suka menurun.

Untuk musik, lumayan lah, tapi ga memorable, cuman satu yang memorable untuk score (pas adegan epic keluar, belum tau nama scorenya apa, blum nyari OST nya soalnya lol), opening pertamanya keren.

Overal 7/10

26
Dec
14

South Sulawesi Trip Part. I – Bantimurung Bulusaraung National Park

Hello! This is my post that I moved from my other blog (kamarsheila.wordpress.com) I decided to use this blog instead making a new one.

Well, I want to talk about my recent holiday to South Sulawesi with my friends. First day, we arrived at Sultan Hassanudin Airport, Makassar at 10 am. I took about one hour flight from Balikpapan, East Kalimantan. When we arrived at the airport, Β we were bombarded by taxi drivers. I used to travel a lot when I was in college, I was in Yogyakarta, one of the infamous tourism cities in Indonesia, I know how eager the taxi drivers to get us, who look like a tourist. But it was different at Sultan Hassanudin Airport, the taxi drivers were unbearable!! Yes, we were looked obviously like tourist because we brought big backpack, so most the taxi drivers approached us. I declined their offering, softly and with smile, but they followed us everywhere! And they half forced us. I usually take airport taxi just to be safe, but then I realized those over eager taxi drivers were from airport taxi. And then finally we took the taxi with one of those taxi drivers (who offered the cheapest fare). The whole driving to our hostel, the taxi driver offered us some car rent, and he nicely stopped near Β Sultan Hassanudin statue so we could take the photo πŸ˜€

sultan hassanudin statue

The Sultan Hassanudin statue, pardon our pose, I couldn’t find the better picture XD

But then we had problem with our hostel. Since my friends want to stay at the cheapest place in downtown, we choose to stay at hostel not hotel. I hadn’t checked the review of the said hotel from tripadvisor, and I just checked tripadvisor the moment when we arrived at the hostel, and it such a nightmare. I read the review, and the hostel gets all the bad words, all the reviewers complain about the fleas and dirty room. And the real condition is as bad as descripted in the review. Dirty room and bad service! The manager yelled and guilted us to stay at the hotel. So we just stayed one night. It was only Rp 150.000, a room for two people, but eww it’s soooo not worthed!! I’d rather pay 50.000 more to have cleaner room! I didn’t even touch the washtafel because I felt disgusted. Well, it’s bad first impression about the city right. So then we decided to go outside quickly. We went for lunch, and we wanted to eat Sop Konro at Kareboshi. Well, the Konro was worth it! It’s big!

Konro Kareboshi

Konro at Kareboshi. It doesn’t look like the Konro here. It was served with peanut sauce and rawon-like soup

After Konro lunch, we were going to our main destination, Bantimurung waterfall! We decided to use angkot or Pete-pete. From Kareboshi, we went to Terminal Daya first and then changed angkot there, the second angkot took us from Daya to Maros. From Maros we changed angkot again to go to Bantimurung National Park. The angkot took us until we reached in front of the loket, which is lucky, because I saw a lot of visitors had to park their vehicles far away from the locket. It was not good experience to take Pete-pete, we were charged more than usual (well my friends blamed me because I looked obviously like tourist, with my red hair, sunglasses, hat and camera around my neck), and it was rather exhausting to change Pete-pete and wait the drivers to take other passengers. But the pain was paid when I got inside the Bantimurung. Well, not at first sight, though. There were a lot of people, A LOT! It was like Mecca inside the park! Layer of layer people. Well, it was long holiday after all. I was dissapointed when I saw the waterfall at first time, aside from many people who were getting wet under the water, the waterfall was not as beautiful as I saw on internet. It wasn’t big. And then again, a lot of people, so we couldn’t get good spot to take picture there. Or even just to look at the waterfall. We didn’t go to the Butterfly Museum, because they charged us again to go inside the museum, and it has only dead butterflies after all. So me and my friends just walked inside the park, I was already hopeless, we took long walk to go upside to see the cave. The good thing is the more we walked up, the less people. And then finally I reached the beautiful spot! Another small waterfall, very small though, but the water is sooooo greenish blue!! It’s so beautiful. And only few people there! I took off my sandals and went inside the lake. Just my feet though XD

The mud was so soft, I wanted to go swimming but the mud wasn't hard enough I was afraid I could be sucked in XD

The mud was so soft, I wanted to go swimming but the mud wasn’t hard enough I was afraid I could be sucked in XD

 

Another part of the lake

It was kinda hard to go down there, and I messed up the mud XD

So I spent my time there to play in the water and took a lot of pictures. Not far from there is the cave. We wanted to go there inside the cave first but when we saw inside, it was only darkness and we didn’t bring any decent flashlight (and we didn’t wanna use our cellphone), so we decided to go home, also we were already exhausted. The walk we took was fairly long. And we still have to walk back and looking for Pete-pete again, and it was already 4 pm and I’ve read on internet that Pete-pete will leave at 5 pm, so we had to hurry if we wanted to go back at our hostel. Before we leaved, I was looking for souvenir, there are a lot of butterflies stuff in Bantimurung. I bought one XD I thought they are fake butterflies, but my friends said that they are real. Lucky us, we could catch Pete-pete quickly near the souvenir shop. And just my advice, if you want to go to Bantimurung, and with many people, better rent a car. We were charged Rp 7000 a person, we are four people, so it was Rp 28.000 per one stop, we have to take 6 stops (3 to get there and 3 for going home). Pete-pete would cost many too if we take a long road. And then if you are in the Bantimurung, don’t just stop at the first waterfall, it is not as good as the small waterfall and lake inside the national park! And bring spare clothes if you wanna play in the water, most people just go down there in the water with their full outfit.

09
Aug
10

The Fall

Kebanyakan orang kalau ditanya film dengan pemandangan terindah mungkin akan menjawab Avatar karya James Cameron atau Alice in Wonderland karya Tim Burton, tapi bagi gw, film yang satu ini adalah film yang mempunyai scene paling indah yang pernah gw tonton. The Fall, karya sutradara Tarsem Singh (ya, walau sutradaranya namanya nama India, tapi ini film barat loh…) adalah salah satu film favorit sepanjang masa gw. Gw juga bingung kenapa film ini belum gw review hahaha…Film ini gw nonton berkali-kali dan gak pernah bosan, apalagi kalo melihat setiap scene yang diambil dengan sangat indahnya di film ini. Kalau diumpamakan, film ini seperti lukisan bergerak, benar, lukisan bergerak karena semua scene yang ada di film ini diambil dengan sangat indah bahkan kalo dicapture itu sudah seperti karya fotografi. Gw ngomong kek gini gak berlebihan, karena gw juga takjub pas pertama kali nonton film ini.

The Fall bercerita tentang seorang anak kecil bernama Alexandria yang dirawat di rumah sakit karena tangannya patah ketika bekerja memetik buah jeruk. Di rumah sakit Alexandria bertemu Roy, seorang stuntman yang kakinya patah karena kecelakaan saat pengambilan stunt. Alexandria yang awalnya menjaga jarak dengan Roy akhirnya tertarik karena Roy bercerita tentang seorang pejuang yang bernama sama dengan Alexandria (fyi, Alexander The Great).

Tertarik dengan cerita Roy, Alexandria mendatangi bangsal Roy setiap hari untuk mendengarkan cerita yang disebutnya “The Epic”. Nah film The Fall ini kemudian menampilkan imajinasi Alexandria akan cerita Roy yang dia dengarkan. Cerita Roy tersebut menceritakan tentang sebuah petualangan dari lima orang laki-laki dengan latar belakang berbeda tetapi memiliki tujuan yang sama, yaitu membunuh Gubernur Odeus untuk membalas dendam.

Karakter pertama adalah The Ex-Slave “Otta Benga”, mantan budak yang dendam kepada Gubernur Odeus karena adiknya tewas kelelahan bekerja sebagai budak. Kemudian The Indian, seorang India yang mempunyai istri tercantik di dunia akan tetapi bunuh diri karena diculik dan dipaksa oleh Gubernur Odeus. Karakter ketiga adalah Luigi, seorang ahli bom yang dendam karena semua orang tidak berani menemui dirinya, bahkan pastor pribadinya karena Gubernur Odeus menjadikan Luigi seorang buronan. Karakter keempat bernama Charles Darwin, seorang pecinta alam dan binatang, Charles Darwin berpetualang untuk mencari kupu-kupu yang bernama “Americana Exotica”, dan pada suatu hari Gubernur Odeus mengirimkannya seekor kupu-kupu tersebut tetapi dalam keadaan mati dan telah diawetkan. Dan kemudian karakter terakhir adalah The Red Bandit yang dendam dengan Gubernur Odeus karena telah menangkap saudaranya The Blue Bandit dan kemudian akhirnya dibunuh dan digantung.

Kelima orang yang mempunyai dendam dengan Gubernur Odeus ini melakukan perjalanan bersama untuk mencari dan membalaskan dendam mereka ke Gubernur Odeus.

Karena yang ditampilkan di dalam film adalah imajinasi Alexandria tentang cerita Roy, maka karakter2 yang dipakai sebagai tokoh ceritanya adalah orang2 yang ditemui oleh Alexandria. Cerita inipun terpengaruh oleh perasaan pribadi Roy yang putus asa dan desperate karena kakinya patah dan kekasihnya direbut oleh seorang aktor terkenal (yang kemudian di cerita menjadi tokoh Gubernur Odeus).

Cerita di film ini sungguh manis, apalagi melihat hubungan Alexandria dan Roy. Roy yang awalnya bercerita kepada Alexandria hanya untuk menarik perhatiannya dan memanfaatkannyaberubah menjadi rasa kasih sayang karena melihat kepolosan dan kebaikan Alexandria. Alexandria pun menjadi sangat menyayangi Roy dan rela berbohong agar Roy tidak sedih. Dan pada akhirnya walaupun Alexandria mengalami luka yang lebih parah lagi gara2 terjatuh karena berusaha mencuri obat tidur yang diminta Roy, ia tidak membenci Roy, sebaliknya meminta maaf sambil menangis.

Banyak yang bilang kalau The Fall ceritanya biasa aja tapi bagi gw, walaupun ceritanya sederhana tapi emosinya dapat, apalagi melihat akting Catinca Untaru sebagai Alexandria yang polos dan Lee Pace sebagai Roy yang desperate. Tetapi tentu saja film ini nilai lebihnya ada di setiap scene-nya. Seperti melihat album fotografer terkenal. Dan yang lebih membuat takjub adalah, semua pemandangan yang ada di film ini bukan CGI!! Tetapi benar2 ada di dunia. Tarsem Singh katanya keliling dunia untuk membuat film ini. Dan Indonesia merupakan salah satu tempatnya. Bahkan ada salah satu scene yang memperlihatkan Tari Kecak dari Bali. Opening dari film ini pun sangat-sangat indah, gw suka banged, sebuah video slow motion dari kecelekaan Roy yang dibuat noir dan diiringi lantunan lagu Beethoven Symphony No.7.

Singkatnya adalah, film ini benar2 visual dari sebuah dongeng yang indah, Tarsem benar2 jenius dalam memvisualkan imajinasi2 yang indah. Ini adalah salah satu film gak terkenal tapi wajib nonton, bingung juga kenapa ini gak terkenal padahal visualnya benar2 top notch!

Trailer at YouTube http://www.youtube.com/watch?v=iO0LYcCoeJY

Rating 9/10

03
Dec
09

Ninja Assassin (Moview Review)

Gw mupi ripiuw mulu neh πŸ˜† Btt, gw dah nonton ni pilem yang katanya sadiiiis!!! Yang ternyata sama skali tidaaakkk!!! Begitulah sodara2. setelah gw membaca berbagai macam ripiuw dari orang2 yang telah menonton Ninja Assassin, gw bener2 napsu maw nonton ni pilem Rain. Secara waktu itu gw masi di Samarinda, jadi gw berdoa smoga di XXI jokja ni pilem blon diturunkan sebelom gw pulang, bahkan gw ngotot nonton duluan daripada nobar ma anak2 ilkom lainnya (forgive me my pren), karena takut pilemnya diturunin duluan (secara cuman satu teater disandingkan dengan 2012 dan nyumun).

Gw senapsu ini karena pilem ini menurut bayangan gw mengandung formula “cowok cakep + adegan gore berdarah-darah” which is….itu sama aja kek double cheese burger!!!

Akhirnya setelah berjuang menerobos antrean gila nyumun dan 2012, gw yang ngantri jam 12 kurang sepuluh akhirnya bisa dapat tiket yang jam 12 (walau telat 10 menitan).

Dan jreng jreng….. mulai lah gw nonton….

Hal pertama yang gw notice ofcors, bodi sixpacknya Rain (di-airbrush gak ya itu? hahahhaaa) dilanjutkan dengan bokong yang uuuhhhhhhhh….. slurp slurp….

Dan kemudian dilanjutkan dengan gelap2an, cring2an shuriken dan pedang. Actionnya lumayan lah, apalagi gw suka kalo adegan lempar shuriken nya.

Nah, ini nih yang sering diperbincangkan, lotsa lotsa of corn syrup like blood. Iya emang setiap adegan cring2nya selalu aja crot sana crot sini, to the point darahnya sangad2 tidak realistis dan boong. Walaupun darahnya gak selebay di pilem Machine Girl yang udah kek semprotan kebon aja. Tapiiiiiiiiii…. gw suka euy efek darah lebaynya, so komikal gitu πŸ˜† dan tapiiii lagiiii…. justru efek darah ini yang membuat pilem ini kerasa tumpul sadisnya. Mnurut gw jadinya kagak sadis sama skali lah. Sama aja baca manga angsty berdarah2, mana ada kerasa sadisnya karena darahnya digambarkan “anggun” gitu (hahahaha….gak bisa dituliskan dengan kata2). Dan ini yang membuat gw sangad2 kecewa. Karena gw dah mengharapkan bisa nonton pilem sadis di bioskop >.<

Iya, iya gw emang gak mengharapkan gambarnya segrafik di french horror movie tapi yah…gak taw lah gw kagak konsen nontonnya.

Rate 6/10 (for the blood and bokongnya Rain hahay…) Next nyumun… hahay….

25
Nov
09

Inglourious Basterds

Damn!!!! Akhirnya setelah penantian panjang gw Β nonton juga pileeem ineeeeee!!! Ni pilem cuman muncul sekali di bioskop dan itu juga pas midnite!! Dan emang sih gw akhirnya gak nonton di bioskop (gimana caranya gw nonton di bioskop?) dan download dvdripnya di inet. Tapi gw pasti nonton lagi kalo muncul di bioskop!! Gw maw liat muka Hans Landa close up!!

Gw emang suka banged kebanyakan karya-karya Quentin Tarantino dan yup, Inglourious Basterds adalah karya terbaru dari sutradara yang pernah menggarap pilem Kill Bill Vol 1 dan Vol 2. Dibandingkan dengan karya2 sebelumnya, Inglourious Basterds lebih mirip dengan pilem Pulp Fiction dengan dialog2 super cerdasnya dan ofcors karakter2nya yang keren2!!

Inglourious Basterd terbagi kalo gak salah 5 chapter, seperti khas movie2 Quentin Tarantino yang dibagi per chapter seperti Kill Bill dan Pulp Fiction, tapi urutannya tidak dibalik seperti Pulp Fiction.

Chapter pertama tentang Colonel SS Nazi, Hans Landa yang berkunjung ke Perancis untuk bertemu seorang petani yang diduga menyembunyikan keluarga Yahudi. FYI, Hans Landa terkenal akan sebutannya sebagai Jew Hunter. Sang petani yang bernama Lapadite, sebelumnya tidak pernah ketahuan menyembunyikan keluarga Yahudi, akan tetapi karena kata2 “super manis” “super tajem” dari Hans Landa akhirnya Lapadite mengaku kalau dia menyembunyikan keluarga Yahudi dan menunjukkan kalau mereka bersembunyi di bawah kolong rumah. Dan tentu saja kemudian salah satu adegan favorite gw, tembak2an brutal khas Quentin Tarantino πŸ˜€ tapi salah satu dari anggota kelaurga Yahudi itu selamat, yang bernama Shosana Dreyfus. Hans Landa tidak jadi menembak Shosana yang berlari sekuat tenaga dan hanya mengucapkan “Au Revoir, Shosana.”

Chapter kedua, berkisah tentang para Inglourios Basterds, Letnan Aldo Raine (yang diperanin Brad Pitt) dari Amerika yang lagi “menempa” para Basterds. Di antara para Basterds itu ada yang terkenal seperti The Bear Jew, Hugo Stiglitz dan si Aldo the Apache. Di chapter ini dikisahkan para basterds yang menangkap sekelompok tentara Nazi dan membantai sebagian anggotanya dan menyisakan sang komandannya untuk diminta untuk memberitahukan lokasi2 tentara Nazi yang ditolak mentah2 oleh sang komandan yang akhirnya dipukul kepalanya secara brutal oleh The Bear Jew. Di sini Quentin Tarantino muncul sebagai tentara Nazi bawahan yang akhirnya memberi tahu para basterds tentang lokasi tentara Nazi.

Chapter ketiga, menceritakan kelanjutan hidup Shosana Dreyfus yang menjadi pemilik sebuah bioskop di Paris dan berganti nama menjadi Emanuelle Mimieux. Salah satu anggota Nazi yang terkenal sebagai “pahlawan” Frederick Zoller kayaknya jatuh cinta pada Emanuelle yang dia sangka sebagai gadis Perancis. Frederick akan menjadi aktor dari film yang diangkat dari kisah nyata dirinya. Ia kemudian mempertemukan Emanuelle ke Dr.Joseph Goebels, menteri propaganda Jerman untuk meminta premire film diadakan di bioskop milik Emanuelle. Di sini, Emanuelle alias Shosanna bertemu kembali dengan Colonel Hans Landa. Mereka berdua sempat berdialog dan walaupun cuman dialog adegan ini bener2 membuat gw tegang πŸ˜† Shosanna kemudian merencanakan misi balas dendam dengan membakar bioskopnya ketika acara premiere tersebut.

Chapter keempat, bercerita tentang rencana Operation Kino, sebuah operasi yang berencana untuk membunuh Hitler (seperti operasi Valkyrie, tapi operasi Β Kino hanyalah fiksi). Chapter ini adalah salah satu chapter favorit gw. Rencana dimulai dengan pertemuan seorang aktris German yang menjadi mata-mata Inggris, Bridget Von Hammersmark dengan tiga orang german keturunan Yahudi yang menyamar jadi tentara Nazi. Tapi mereka tidak beruntung karena di bar tempat mereka bertemu terdapat sekumpulan tentara Nazi yang sedang berpesta. Akhirnya penyamaran tiga orang Yahudi itu ketahuan dan terjadi baku tembak di dalam bar yang menewaskan semua orang kecuali Von Hammersmark. Colonel Hans Landa melakukan investigasi di bar tersebut setelah kejadian dan menemukan sepatu dan sapu tangan bertanda tangan Von Hammersmark.

Chapter kelima yang jadi most favorit gw, dan tentu saja karena chapter kelima dan yang terakhir. Ceritanya bersetting di bioskop Shosanna yang mengadakan premiere film propaganda Nazi, “Nation Pride”. Di sini Colonel Hans Landa bertemu dengan Von Hammersmark yang kakinya digips karena kena tembakan, dan Aldo Raine beserta dua Basterds lainnya yang menggantikan pendamping Von hammersmark yang tewas di baku tembak di bar. Hal yang kocak dan gw suka adalah, para basterds berpura2 menjadi orang Italia atas saran Von Hammersmark yang berpendapat bahwa orang jerman tidak terlalu ngeh dengan aksen orang Italia, yang kemudian tidak beruntung karena ternyata Hans Landa sangat fasih berbahasa Italia. Von Hammersmark dibunuh oleh Hans Landa ketika sedang berbicara berdua sedangkan Aldo ditangkap oleh tentara Nazi yang lain dan 2 orang yahudi lainnya sudah sempat masuk ke ruang bioskop. Shoshanna sedang mempersiapkan rencana pembakaran bioskopnya yang terganggu oleh kedatangan Frederick. Mereka berdua kemudia saling bunuh. 2 orang yahudi yang menjadi escort Von Hammersmark kemudian mendatangi ruang nonton Hitler dan kemudian menembak Hitler, Goebels serta istrinya secara brutal dan kemudian bioskop dibakar oleh Marcel kekasih Shosanna kemudian disusul oleh bom bunuh diri dari 2 orang yahudi yang baru saja membunuh Hitler. Hans Landa yang mengetahui rencana itu sebelumnya membuat deal dengan Aldo Raine dan mengaku dia akan menjadi double agent.

Dan….endingnya gw belom nonton πŸ˜† karena gw udah buka spoiler Hans Landa “kalah” di-ending dan gw masih belon siap karakter villain favorit gw kalah πŸ˜†

Overall film ini fun banged!! Yang suka Pulp Fiction pasti suka deh. Memang banyak dialog tapi dialognya keren2. dan tentu saja hal yang paling gw suka dari film2 Quentin Tarantino adalah dia bisa membuat karakter yang keren. Seperti gw jatuh cinta ma karakter Go Go Yubari di Kill Bill, atau Vincent Vega di Pulp Fiction atau para cewek2 brutal di Death Proof, gw bener2 suka dengan karakter Hans Landa!!

Damn he’s sooo cute. Cakep, kalem, senyum mulu, ngomongnya maniiiiiis banged, tapi nusuk dalem πŸ˜† Villain yang hebat bisa membunuh hanya dengan kata kata kan πŸ˜†

Very Recomended film, tapi gak direkomendasikan buat orang yang gak doyan pilem dialog panjang. Apalagi yang mengharapkan pilem ini seperti pilem Nazi yang lain seperti Downfall atau Schindler List. Ini adalah pilem Nazi yang paling ngawur!! Hahahaha…

 

23
Nov
09

Zombieland (Movie)

Gw baru abis nonton Zombieland nih. Dan gw suka banged!!! Yup seperti nama judulnya pilem ini tentang para zombie, tapi eiiitss… jangan dikira ini seperti Dawn of The Dead ataw Resident Evil, kalo gw bilang nih pilem lebih mirip temanya ke Shaun of The Dead. Ya…ini adalah pilem zombie yang mengandung unsur komedi.

Walau sama-sama mengangkat tema yang sama seperti Shaun of The Dead (SOTD) yang terkenal itu, jalan cerita Zombieland berbeda dengan SOTD. Hal yang gw suka dari SOTD adalah bagaimana direct dan screenplay pilemnya yang menarik dan tentu saja aksen si Shaun πŸ˜†

Kalo SOTD lebih seperti plesetan pilem2 zombie yang udah ada, Zombieland mnurut gw adalah pilem survival dari zombie tapi dengan unsur yang fun.

Kisah Zombieland dimulai dengan seorang cowok super biasa banged, yang sepanjang pilem gw gak taw nama aslinya πŸ˜† Dia menetapkan beberapa rule atau peraturan dalam menghadapi negaranya yang udah menjadi Zombieland. Dan dia bisa survive dari serbuan zombie itu berkat peraturannya itu. Si cowo itu kemudian bertemu dengan cowok lagi, lebih tua dan lebih brutal. Mereka berdua melanjutkan perjalanan bareng, dan karena sesuai rule, mereka gak boleh get attached to each other, mreka saling memanggil dengan sebutan tempat yang dituju, cowok pertama bernama Columbus dan cowok kedua yang brutal dipanggil Tallahasee. Columbus ingin pergi ke Columbus untuk pergi menemui ortunya sedangkan Tallahasee ingin pergi ke Tallahasee untuk mencari kue merk Twinkie.

Di perjalanan mreka berdua dua cewe, Wichita dan Little Rock (juga nama samaran) yang berkali-kali nipu mreka, sampai akhirnya mreka berempat berteman dan sepakat untuk jalan bareng.

Part yang paling fun adalah ketika mreka nyampe di Hollywood, di mana mreka nyari rumah artis untuk sebagai tempat nginap. Dan pilihan jatoh ke rumah Bill Muray. Adegan yang paling gw suka adalah ketika Tallahasee dan Wichita dan Bill Muray mabok dan berlakon seperti pilem Ghost Buster, it soooo funny!!!

Dan tentu saja part terakhirnya adalah tentang Columbus yang jatoh cinta ma Wichita dan nekat broke one of his rule : Dont be a hero, untuk menyelamatkan Wichita. Dan Happy Ending.

Emang mungkin kliatannya ceritanya klise seperti pilem-pilem zombie lainnya, tapi ini seriously penggarapan alur ceritanya bener2 fun!! Gw gak pernah nonton adegan di mana orang nabok kepala manusia lain sampai hancur tapi still fun dan menarik!! Dan itu ada di Zombieland.

Very Recomended movie!! Agak sedikit gore (dikit doank…biasalah pilem zombie pan gak afdol kalo gak ada adegan nyam2 nya πŸ˜† )

08
Oct
09

Introducing My Lovely Pets, Hitler and Seravita

Hi, it’s me again. So…first, let me introduce u all, my lovely pets, Hitler and Seravita. The first pet I have is Hitler. He is a male and then when I became so addicted to pet society, I decided to make one pet again, she is Seravita. Hitler is a pet from my true account, and Seravita is from my clone account.

Here is Hitler and Seravita :

Hitler

Hitler

Seravita

Seravita

Cute aren’t they? Hitler is cute green cat with golden eyes. Maybe you asked me why i named him Hitler, that’s because i thought “Hitler” is easy to remember and back then i was watched “Down Fall” movie before created my first pet in pet society.

Seravita is Hitler’s personal maid. She is a sweet pinky fox. Her job is hunting mysterious items for his master, Hitler. And then Hitler will sell them to earn more money. Hitler will give Seravita several items and stuff she likes for her hardworking.

And, let see Hitler’s lovely room, Hitler only just reached level 28, so he only have 6 rooms in his house plus 2 gardens.

Hitlers Front Garden

Hitler's Front Garden

This is Hitler’s front garden. And it used for his outdoor bath too. Hitler loves to bath under the blue sky, while he can watching the beatiful scenery and smell the flowers’ fragrance. After bath, Hitler likes to sit on the swing and play with the duck doll.

Hitlers deck

Hitler's deck

And this is Hitler’s front deck. It has beautiful sea scenery. Hitler likes to store his favourite stuffs in here, like his favourite dolls and his treasure when he was a pirate πŸ˜† Hitler loves to watch star at night using his favourite telescope, which he get from his hardworking to recycle his unused things πŸ˜€

I think enough for tonight. I will write again about Hitler’s room tomorrow πŸ˜€




Welcome!


Welcome to my personal blog. This contains my slice of daily life, my interests and hobbies, my favourite movies and music, my place I have visited and many more. Hope you enjoy it, and comments are very appreciated. Thanx. XOXO

July 2017
M T W T F S S
« Mar    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Archives

My Instagram

$20 feast fest!!!!! My current obsession πŸ˜‚ 200ribuan mamam bertiga udah mau muntah makan banyak daging. Berkat ini gak kebayang2 pengen balik ke Jekardah lagi, dan dah sebulan gak nengok ** **** Kalo gak udah melipir nih ke ibu kota karena kebayang nonton Dunkirk di IMAX dan mamam di Shaburi πŸ˜‹ #meatlove #samarindakuliner #kulinersamarinda #instafood #meat #bbq Hah, $5 ribs πŸ‘πŸ» Enak dan worth the money lah πŸ˜‹ #foodporn #kulinersamarinda #instafood Ya kerasa lah bedanya, drpd waktu jaman macko-san up dr 2 ke 4 skg dr 4 ke 10 kerasa banget heheheh πŸ™ˆ #macmini Finally bisa upgrade jeroan mini, walau 1 dulu πŸ˜… #macmini #corsair

My Devious Gallery


++++++++++++++++++++++
visit my gallery
++++++++++++++++++++++




my latest work


-Elizabeth-

my featured work


-Azure-

Quote Of The Day

Hippies.They're everywhere. They wanna save the earth, but all they do is smoke pot and smell bad.
-Eric Cartman-

  • 359