Posts Tagged ‘levi ackerman

15
Mar
15

Attack on Titan – And How The Hype Kills The Series For Me (again)

Pada suatu hari, di mana saya bosan dengan series2 manusia hidup favorit saya, kembalilah saya menguik-nguik anime. Udah lama saya gak menonton anime, anime terakhir yang saya nikmatin mungkin Durarara, selain itu mungkin saya skip2 anime2 yang lama-lama.

Jadi….anime apa yang tepat untuk old fangirl yang dah lama gak menyelam di dunia per-anime-an? Tentu saja the infamous, Shingeki no Kyoujin a.k.a Attack on Titan. I mean, doujinshi nya banyaaaaaaaaakkkkk, bahkan doujinshika favorit saya macam IDEA aja ampe bikin. Dan kemudian saya liat trailernya dan videonya di yutub, dan karena AoT ini aura-auranya dari depan kliatan banget kek FullMetal Alchemist (dan saya dulu fans berat FMA), maka sy memutuskan untuk mendolot AoT sampai tamat, dan dimulailah weekend saya marathon ni anime.

shingeki-no-kyojin-poster

Dan seperti judul post ini, yup, the hype kills the anime for me, sebelum saya menonton AoT, expetasi saya sangat tinggi, karena AoT jauh lebih ngehype daripada FMA (dan FMA menurut saya anime yang sangat-sangat memorable sekali), sampai mau dibikin Live Action nya, dan sampai dibikin theme park khusus di Universal Studio sebelahan dengan theme park Evangelion, what did you expect at that time? Tentu aja anime tingkat dewa kan???

Episode pertama, openingnya cukup keren, sampai akhirnya ke ending episode pertama. Impresi saya adalah, mmmmmmmm biasa-biasa aja. Adegan para Titan yang makanin manusia tidak sedisturbing yang digembor-gemborkan. Oke-oke, mungkin saya ga pantas ngomong gini dan membandingkan disturbing level saya, but well, adegan-adegan itu level disturbingnya selevel dengan level disturbing transmutasi gagal di FMA, which is for me, not disturbing at all, heh.

Fast forward sampai ke episode 10 (di mana saya stop karena dah capek nontonnya), impresi saya adalah, karakterisasi di anime ini cukup buruk, klise dan one-dimensional. Eren tipikal hero yang galau dan selalu marah untuk balas dendam, Mikasa tipikal the most perfect of the perfect, dan Armin tipikal “no-talent boy but if I tried hard I can do this”. Tiga-tiganya klise sekali. Oke saya tekankan kalo saya suka Eren dan Mikasa, tapi ya itu, ga memorable karakternya, dan ga bikin saya berempati terhadap mreka. FYI, saya benci sekali dengan Armin. Saya sih ga masalah dengan karakter klise, tapi ya itu, karakter-karakter di anime ini one-dimensional, gak berkembang, kesannya ga human sekali.

Saya contohkan Edward Elric dari FMA, Edward Elric termasuk karakter hero yang klise, jenius, talented, dewasa untuk ukuran umur seperti Edward. Edward yang tegar, yang selalu sepertinya memikul beban seluruh dunia di pundaknya, dan gak seperti anak umur 13 tahun, tiba-tiba pas episode Nina mati, dia menangis meraung-raung seperti anak kecil, sehingga kita lihat sisi Edward yang sebenarnya, oh dia hanya anak berumur 13 tahun memang. See… the dynamics. Saya ngerti keinginan setiap kreator untuk menciptakan hero yang super cool dengan pergulatan batin ditambah emosi yang tidak stabil. Tapi banyak kreator yang terjebak di mary sue.

Eren, kalau saya liat adalah karakter yang meledak-ledak, cenderung peduli dengan orang yang disekitarnya, dan tambahan adalah, sangat benci sekali dengan Titan. Tapi sepanjang episode karakternya seperti itu saja, tidak berkembang. Dan karena dia adalah hero, tentu saja dia punya bakat yang melebihi daripada karakter numpang lewat.

Yang menurut saya menjadikan anime ini agak2 annoying adalah, tambahan2 yang gak perlu untuk membuat  para karakter menjadi “keren”, salah satu contohnya adalah ketika Eren berlatih menggunakan 3DMG pertama kali, yang digantung itu. Eren gagal menggunakan 3DMG padahal kawan-kawan lainnya hampir semuanya bisa. Setelah itu Eren mulai berlatih habis-habisan untuk bisa lulus tes gantung itu. Pada hari pengujian tes gantung, akhirnya Eren bisa seimbang tergantung, tapi hanya sebentar saja dan langsung terbalik lagi. Long story short, ternyata peralatan 3DMG Eren rusak yang menyebabkan Eren dari awal gagal untuk seimbang di gantungan. Dan para kandidat yang lain pun riuh membisikan betapa hebatnya Eren yang mampu seimbang dengan peralatan 3DMG yang rusak walau hanya sebentar.

You see my point dari contoh di atas? Pada awalnya Eren ingin diperlihatkan sebagai karakter protagonis yang punya kelemahan juga, dan bisa meng-overcome kelemahan tersebut dengan bekerja keras, mnurut saya itu adalah bagus untuk karakter protagonis agar tidak terjebak karakterisasi “inhumanly perfect hero”, tapi kenapa pas di akhir dikasih tambahan kalau alat Eren rusak, sehingga karakter hero “yang hebat karena kerja keras” buyar diganti dengan karakter hero “yang hebat karena saya adalah seorang protagonist” -_- That’s annoying.

Kemudian hubungan antara Mikasa dan Eren. Ini pendapat saya pribadi aja sih, tapi lebih bagus kalau hubungan Mikasa dan Eren itu seperti Edward dan Al, benar-benar hubungan sodara (walaupun borderline obsessive sih), karena Mikasa dan Eren ga punya hubungan darah, entah kenapa rasa protective Mikasa ke Eren itu ga semurni rasa protective Edward ke Al, karena sometimes ada sekelabat pikiran yang muncul kalau perasaan Mikasa ke Eren itu ada perasaan romantic-nya bukan hanya keluarga. Bukan berarti saya ga suka hubungan antara Mikasa dan Eren ya, saya juga berharap Mikasa dan Eren bisa jadian hahahah, tapiiii kalo Mikasa dan Eren punya hubungan darah, karakter Mikasa mnurut saya jadinya lebih bagus aja. Soal incest, wew, cmon ini Jepang hahahah, why not a lil incest :p Toh nampaknya juga hubungan Mikasa dan Eren ini masih cukup platonic dan keknya bakal platonic dalam waktu yang cukup lama.

Yang jadi masalah untuk hubungan antara Mikasa dan Eren adalah latar belakang mereka berdua. Di flashback ketika Eren membantai penculik Mikasa, agak-agak gak logis dan kurang kuat. Memang dari flashback itu kita lihat kenapa Mikasa super protective sekali dengan Eren (he literally saved her life). Tapi tindakan Eren itu aneh. Kenapa Eren tiba-tiba berkelakuan brutal menyerang para penculik tersebut? Seorang anak yang membantai orang itu pasti punya background story kenapa bisa berbuat sebrutal itu. Kalau hanya dengan alasan bahwa Eren adalah karakter yang emosional, imo masih belum cukup untuk menjadikan alasan dia menyerang penculik Mikasa dan sendirian!!

Oke cukup dengan karakter Eren dan Mikasa, sekarang Armin? Nope, I won’t talk about him. I don’t know I hate him. Kalau saya jelaskan alasannya panjaaaang hahahah.

Sekarang kembali ke karakter lainnya, saya save Levi dan Erwin untuk yang terakhir, karena itu dua karakter favorit saya.

Saya gabung semua karakter lain ini adalah karakter-karakter selain karakter Eren, Mikasa, Levi dan Erwin.

Para karakter lain ini bener-bener ga memorable sama sekali, dan cenderung banyak yang annoying. Sasha contohnya, padahal dia potensial jadi karakter yang likeable karena dia aneh, tapi makin ke ending karakternya makin annoying, she is weird for the sake of weird. Jean harusnya juga bisa likeable, tapi meehh. Armin itu juga sebenarnya bisa likeable tapi urrrggghh. Kemudian Hange, kasusnya sama seperti Sasha, she is too dramatic and weird to the point it become annoying. Padahal pas awal-awal Hange keluar saya mayan impressed dengan keobsesian dengan Titan, but then yeah, too over the top.

Selain Eren, Mikasa, Levi dan Erwin gak ada karakter yang membekas sedikit (Armin membekas sih, tapi dalam konteks negatif haaaaa). Ketika tim elit Levi mati (Petra cs), sama sekali ga ada rasa sedih ngeliatnya. Intinya dari semua karakter yang mati itu, ga ada rasa sedih yang mendalam, karena karakter-karakter itu ga bikin saya peduli.

Susah dibikin empati karakter-karakter yang mati itu karena keterbatasan on screen time? Coba kita liat lagi ke FMA, waktu Nina mati, saya sedih bukan main, dan Nina itu cuman karakter numpang lewat, Yang bikin saya berempati dengan kematian Nina adalah interaksi Edward dengan Nina sebelumnya dan reaksi Edward saat kematiannya.

Kita contohkan waktu Thomas mati, Eren waktu itu went almost berserk gegara ngeliat Thomas dimakan Titan, walau akhirnya dia “mati” juga. Kenapa saya ga berempati dengan kematian Thomas adalah, apa interaksi antara Thomas dan Eren yang memorable sebelum Thomas mati? Nein. Dan setelah Eren “hidup” lagi adakah proper mourning dari Eren untuk Thomas? Nein. Padahal Eren ngamuk sekali waktu liat Thomas dimakan Titan.

Oke, Thomas adalah karakter yang cukup sangat tidak penting. Tapi bagaimana dengan kematian Petra cs. Oke Eren langsung berserk dan berubah jadi Titan, tapi karena Eren terlalu sering berserk (bahkan untuk kematian karakter ga penting seperti Thomas?), momen di mana dia berserk dan jadi Titan pas Petra cs mati jadi biasa saja, ga ada yang istimewa. Seandainya Eren gak terlalu sering ngumbar-ngumbar emosi seperti gitu, mungkin adegan dia beserk gegara Petra cs itu jadi jauh lebih memorable.

Tapi yang saya ingin tekankan di sini adalah interaksi Petra dan Levi sebagai komandan dan subordinate yang 100% loyal ke atasannya. Di sini saya kaitkan dengan interaksi Roy Mustang dan Maes Hughes (yang sama 100% loyal ke Roy). Kematian Maes Hughes itu nyesek sekali, adegan pemakamannya di mana Roy Mustang menangis (walau dia menampik kalau itu adalah air hujan). Man, I love Levi, tapi reaksi Levi oleh kematian Petra itu, beneran deh, kalem gitu (ya memang kalo Levi nyimpan semua amarah di dalam), tapi ngeliatin emosi manusia Levi itu imo lebih baik. Oke kita tau Levi membuang rasa humanity nya demi goal yang lebih besar, tapi Roy juga kurang lebih seperti itu, dia rela menjadi anjing pemerintah demi tujuan dia, tapi bukan berarti emosinya jadi non existant gitu -_-

Dan kemudian Levi dan Erwin. I love them tanpa alasan hahahahah. Berkat dua orang ini saya kuat mantengin AoT sampai eps akhir loh. Tapi di antara semua karakter di AoT, Levi dan Erwin yang paling likeable, karena karakter mreka itu ga terlalu dikasi yang macem2. Alasan saya suka Levi samalah seperti Mikasa, mreka berdua jenius tanpa alasan, udah cukup, syukurnya ga ditambah perdebatan batin aneh2 macem2 yang potensi bikin karakter annoying, dan Erwin, ya kurang lebih cukup samalah, karakternya bukan super jenius macam Levi dan Mikasa, tapi soal dia memegang apa yang dia anggap prioritas itu. Sayang sekali mreka baru kliatan di pertengahan series ke akhir, itu juga masih kalah sama screen time si Armin (damn Armin!!!!!) -_-

Memang sih, saya terlalu whinny ke AoT, tapi sekali lagi itu karena saya kemakan hype. Kejadian AoT ini mirip kek The Walking Dead, tapi ga separah TWD sih, AoT saya masih suka, I think AoT itu decent anime, not great, but good enough laah. Kalo TWD itu kasusnya sampai saya merasa kerampokan waktu dalam hidup saya marathonin season 2 nya -_- dan bersumpah ga bakal nonton lagi. Tapi saya kejebak nonton TWD juga gegara hype nya.

Overall, AoT ini mayan sih, cuman karena dari awal saya udah ekspetasi terlalu tinggi dan mengharapkan anime bergenre AU seperti FMA yang lebih bagus dari FMA, makanya saya jadi kecewa. Poin dari anime ini 7/10 lah, tapi kerasa di bawah itu karena selalu kebayang2 sama FMA hahah.

Kalau expetasi saya nonton anime action macam Naruto, mungkin pas nonton AoT jadi lebih nyaman.

Dan saya agak-agak gimana gitu dengan animasinya, mmmmm kurang lah, dan diperparah karena saya nyeling nontonnya dengan Zankyou no Terror a.k.a Terror in Resonance yang di mana animasinya super top notch, jadi pas balik nonton AoT rasanya kebanting sekali. Ini bukan directingnya ya, kualitas animasinya. Di beberapa scene seperti scene action memang kadang kualitasnya bagus, tapi di beberapa scene yang lain kualitasnya suka menurun.

Untuk musik, lumayan lah, tapi ga memorable, cuman satu yang memorable untuk score (pas adegan epic keluar, belum tau nama scorenya apa, blum nyari OST nya soalnya lol), opening pertamanya keren.

Overal 7/10

Advertisements



Welcome!


Welcome to my personal blog. This contains my slice of daily life, my interests and hobbies, my favourite movies and music, my place I have visited and many more. Hope you enjoy it, and comments are very appreciated. Thanx. XOXO

January 2019
M T W T F S S
« Mar    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Archives

My Devious Gallery


++++++++++++++++++++++
visit my gallery
++++++++++++++++++++++




my latest work


-Elizabeth-

my featured work


-Azure-

Quote Of The Day

Hippies.They're everywhere. They wanna save the earth, but all they do is smoke pot and smell bad.
-Eric Cartman-

  • 724
Advertisements